Skip to main content
Free Trade Area (FTA)

Barang sama, klasifikasi HS sama, tapi tarifnya beda, bisakah?

Warngad dan Kombot adalah pengusaha yang sama-sama bergerak di bidang impor sepatu olah raga dan menjualnya ke pasar dalam negeri. Keduanya temanku dan saling bersaing. Namun, Warngad merasa Kombot telah curang dalam berbisnis. Kenapa? Karna untuk barang impor yang sama, Kombot dapat menjualnya lebih murah. Penyeli-ki-dikan pun digagas. Warngad kasak-kusuk nyari tahu kenapa Kombot bisa banting harga. Ternyata, untuk barang impor dengan HS yang sama, Kombot mendapat penetapan tarif bea masuk 0% sedang Warngad masih harus membayar 10%. Kenapa ini bisa terjadi? Apakah itu benar sesuai aturan? Kenapa HS yang sama tarif bisa berbeda? Warngad nanya-nanya ke aku penuh tuduhan negatif. Aku ketawa aja. Eh, dia marah dan trus pergi nyelonong gitu aja. Busyet …

Kalo kalian ketemu sama Denmas Warngad, tolong kasihkan artikel ini ya Bro. Plis..


FREE TRADE AREA (FTA)

Setiap barang impor wajib diberitahukan dalam Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Dalam PIB tersebut, barang diklasifikasikan ke dalam nomor-nomor Harmonized System Code (HS Code). Tiap nomor HS yang ada dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) ini memiliki tarif bea masuk yang disajikan dalam persentase. Dengan sistem ini semua barang di muka bumi ini dapat ditentukan nilai bea masuknya jika barang tersebut akan diimpor ke dalam negeri, yaitu dengan mengalikan nilai barang dengan persentase tarif bea masuk ini.

Read More