Komunikasi

Komunikasi itu penting. Menurutku malah sangat penting. Kemampuan berkomunikasi yang baik, sama pentingnya dengan kemampuan lainnya. Saya heran kenapa kemampuan komunikasi ini tidak diajarkan di sekolah dasar pada saat saya sekolah dulu.

Guru mungkin akan berdalih bahwa komunikasi juga diajarkan. Anak diminta maju ke depan itu salah satu contoh pengajaran komunikasi. Persentasi dan diskusi yang sering dilakukan. Tapi, di sekolah setiap hari kita menggunakan bahasa Indonesia, tetap saja ada mata pelajaran khusus bernama: Bahasa Indonesia. Saya berharap, dulu waktu saya sekolah, ada mata pelajaran: Komunikasi.

Saya merasa orang-orang sepantaran saya yang pandai berkomunikasi adalah lebih dikarenakan bakat dan paksaan keadaan. Di kelas pasti ditunjuk ketua kelas. Di sekolah juga harus ada perangkat OSIS. Mereka yang terpilih akan lebih sering berkomunikasi dibanding yang lain. Kepandaian mereka dalam berkomunikasi bukan karena ilmu yang mereka dapat di sekolah. Menurut saya ini perlu dikoreksi.


Berbicara

Saya baru merasakannya sekarang, setelah bekerja. Saya yakin bahwa kemampuan akademik saya bagus, tapi saya tidak bisa mengalahkan mereka yang punya kemampuan komunikasi yang lebih baik dari saya. Saya begitu tidak percaya diri untuk melakukan presentasi di depan orang banyak. Mengobrol dengan pimpinan saja kadang saya masih tidak percaya diri. Dulu saya pikir, utamanya adalah pengetahuan yang luas dan kemampuan analisa yang bagus. Sekarang saya menyadari bahwa kemampuan berkomunikasi juga begitu pentingnya.

Banyak orang sukses, selain karena pintar, adalah karena kemampuannya berkomunikasi dengan baik. Orang ini mampu mem-persuasi lawan dan kawannya untuk bekerja dengannya, bekerja untuknya. Orang-orang seperti saya, mereka gunakan untuk membangun mimpi mereka, pencapaian mereka. Saya hanya alat.

Saya siapkan materi, mereka presentasikan. Saya punya ide, mereka suarakan. Wajar jika semua credit mengalir ke mereka.

Sekarang saya menyadari hal itu. Saya mencoba berubah. Saya melatih diri. Tapi, layaknya kita sedang belajar hal baru, akan ada jatuh bangun dalam prosesnya. Proses yang harusnya saya jalani dulu, ketika berada di kelas, ketika hal yang saya bicarakan tidak mempunyai efek yang besar. Karena saya belajar baru sekarang, kadang saya menggunakan situasi nyata untuk praktek. Learning by doing. Dan ini cost-nya besar. Beberapa kali deal gagal karena kemampuan komunikasi saya yang berantakan. Meskipun proses belajar tetap mengalami peningkatan (improvement) tapi deritanya begitu terasa.


Menulis

Bahkan kemampuan untuk menuliskan ini semua, juga baru saya pelajari akhir-akhir ini. Dulu untuk membuat satu paragraph saja saya bingung mengawalinya. Sekarang saya menulis ini tanpa harus berpikir keras. Saya hanya menuangkan apa yang ada dipikiran saya. Tepat seperti apa yang dulu diajarkan di buku-buku tentang menulis.

Komunikasi itu ada 2, komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal sendiri terdiri dari komunikasi lisan dan tulisan. Komunikasi non-verbal contohnya adalah bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian seragam, warna dan intonasi suara dan banyak lainnya. Ketika kita datang ke suatu acara dengan menggunakan jas terbaik, sepatu paling mengkilat dan parfum yang semerbak, tanpa perlu berkata-kata, orang akan menyadari bahwa kita penting. Itu adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal.

Hal penting terkait dengan komunikasi lisan sebagai salah satu kemampuan komunikasi verbal adalah diksi, intonasi dan artikulasi yang jelas, kalimat yang tersusun rapi, dan pembawaan diri serta tatapan mata. Tatapan mata sangat penting, karena ini dengan menatap lawan komunikasi, kita akan mendapatkan perhatiannya secara penuh. Hingga diapun akan menerima semua yang kita sampaikan. Diksi, artikulasi dan intonasi yang bagus akan percuma jika audience tidak memberikan perhatian.

Komunikasi mempunyai peran penting dan sangat berguna sebagai alat kendali, alat motivasi, alat penyampai perasaan atau emosi, dan alat untuk menyampaikan maksud.

Komunikasi ini ibarat etalase toko. Kita bisa membuat produk yang bagus, punya banyak stock digudang, kalo kurang bagus bikin display etalase nya, hasilnya pasti kurang bagus. Bahkan, minimarket dan swalayan, mereka bisa menjual begitu banyak, padahal tidak mempunyai kemampuan membuat produk. Ini ibarat saya dan temen saya dicerita awal. Ibarat MC di acara nikahan, dia dapat semua perhatian, padahal bukan dia yang nikah.

Ajari anak-anak kalian cara berkomunikasi yang baik sedari kecil. Proses belajar pasti ada salahnya, pasti ada jatuh bangunnya. Jika hal ini dilakukan ketika mereka kecil, kompensasi dan konsekuensinya pasti lebih kecil dibanding jika mereka belajar ini ketika mereka besar. Seperti yang terjadi pada saya.

Berlatih

Kemampuan berkomunikasi lebih dekat ke golongan keahlian dibanding pengetahuan. Meskipun ada juga beberapa yang termasuk dalam pengetahuan atau knowledge. Cara belajar suatu keahlian, atau skill, adalah dengan berlatih. Lakukan, ulangi, evaluasi dan lakukan lagi. Saya sendiri belajar cara komunikasi secara otodidak dengan literatur dari internet.  Bagaimana saya belajar dapat dibaca di posting Cara Belajar

Sedekah

Sedekah akan menambah harta. Aku akan sampaikan sesuatu yang mungkin kalian perlu nalar untuk mencernanya. Dengar kataku ini dan seketika berhentilah membaca, pikirkanlah kalimat itu baik-baik. Ketika kau selesai memikirkannya, baru lanjutkan membaca:

Makan akan membuatmu kenyang. Tapi itu hanya untuk jangka pendek. Dalam jangka panjang makan malah akan menyebabkanmu tambah lapar.

Saya muslim, sedari kecil saya kerap mendengar kata ‘sedekah’. Sedekah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Bagi seorang muslim, sedekah bahkan memiliki arti lebih. Sedekah merupakan salah satu pekerjaan yang bernilai ibadah. Bahkan ada ayat Alquran dan hadist perihal sedekah ini.


Sedekah Menambah Harta

Yang menarik terkait dengan sedekah adalah betapa bodohnya saya, hingga saya memerlukan waktu bertahun lamanya, untuk bisa memahami konsep yang ditawarkannya. Konsep seperti apa? Konsep bahwa sedekah itu tidak mengurangi harta kita, tapi justru akan menambah harta kita lebih dari yang kita mampu sedekahkan. Saya dapatkan konsep ini dari orang tua saya dan dari beberapa literatur yang berhasil saya baca meskipun saya tdk bisa menyebutkannya satu-persatu. Baca Selengkapnya

Kambing VS Rusa

Rusa itu menang segalanya dibanding kambing. Kenapa malah kambing yang lebih banyak dimuka bumi ini? Ini sungguh bahasan yang menarik. Bisa jadi pelajaran agar kita. Kambing mengajarkan banyak hal kepada saya. Sebelumnya saya juga pernah menulis tentang kambing ini dalam posting: Mengembik.

Menurut data statistik pertanian, populasi kambing tahun 2017 di indonesia berjumlah 18,2 juta ekor. Dalam data ini dibedakan antara kambing dan domba. Data domba sendiri berjumlah 17,1 juta. Ini yang tercatat. dan ini hanya data kambing saja, data domba disajikan terpisah.

Jumlah rusa tidak masuk dalam statistik pertanian. Rusa masuk dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Yang dimaksud pengawetan disini adalah upaya untuk menjaga agar keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya baik di dalam maupun di luar habitatnya tidak punah. Dengan masuknya rusa sebagai hewan yang perlu dilindungi, artinya secara jumlah memang tidak banyak.


Head to Head

Secara head to head mungkin rusa menang segalanya dibanding kambing. Rusa punya tanduk lebih panjang. Kulit rusa lebih halus dan memiliki motif lebih indah. Secara postur rusa juga lebih menawan.

Soal suara. Aduh. Kambing itu berisiknya minta ampun. Mau makan embek. Sambil jalan embek. Hujan embek, gak hujan embek. Bagi kambing, semuanya bisa jadi alasan untuk dia teriak embek.

Suara rusa ada yang tahu? Paling satu-dua diantara kalian yang pernah denger suara rusa. Itupun hasil googling. Rusa itu silent. Jadi seharusnya dia lebih cocok jadi hewan ternak. gak berisik. Baca Selengkapnya

Nelayan dan Petani

Hanya ada dua jenis pekerjaan di muka bumi ini, yaitu Nelayan dan Petani. Apapun nama, predikat dan jabatan kalian, intinya ya hanya dua itu.

Hanya ada dua jenis pekerjaan dimuka bumi ini. Satunya Nelayan, satunya lagi Petani. Apapun nama pekerjaannya, pada dasarnya semua pekerjaan hanya dapat digolongkan ke dalam dua jenis tersebut. Apa itu nelayan, dan apa itu petani. Apa perbedaan keduanya?

Sama-sama jualan bakso, satu orang bisa jadi petani, sedang lainnya jadi nelayan. Jika dia menjual bakso dengan cara berkeliling komplek menggunakan gerobak dorong, maka dia seorang nelayan. Sedang bila dia mencari tempat yang strategis, membeli satu ruko disitu, lalu kemudian mempekerjakan orang untuk membantunya, maka dia adalah seorang petani. Atau mungkin masih sama-sama berurusan dengan gerobak dorong, tapi dia memilih untuk memiliki beberapa gerobak dorong, menyiapkan isi dan racikannya, lalu membayar orang untuk berkeliling menjajakannya, maka dia seorang petani. Baca Selengkapnya

Ayam VS Ular

Pernahkah kalian berpikir, mengapa ayam terpilih menjadi hewan yang paling banyak dikembangbiakkan sebagai makanan manusia? Kenapa tidak hewan lainnya? Apa kelebihannya? Tidak adakah hewan lain yang lebih baik? Menurut saya, mempertimbangkan banyak faktor, seharusnya hewan yang dikembangbiakkan untuk makanan sehari-hari seharusnya adalah ular. Mari kita berdiskusi.


Kenapa Ayam?

Bulu

Ayam berbulu. Hal paling membuat malas ketika mengolah hewan ini adalah saat mencabuti bulunya. Bulu ini pada akhirnya bisa digunakan untuk membuat kemoceng, shuttlecock, isian bantal dan lain sebagainya. Semua fungsi itu tercipta sebagai faktor turunan saat jumlahnya sudah begitu banyak sehingga bulunya menjadi berlimpah. Sesuai dengan konsep keseimbangan dan konversi di posting saya sebelumnya, setiap ada sesuatu yang berlimpah, pasti akan ada yang berpikir untuk memanfaakannya menjadi sesuatu yang bernilai lebih.

Suara

Saya suka suara ayam jantan yang berkokok di pagi hari. Bagi yang pernah memeliharanya, pasti akan mengerti bahwa hewan ini tidak hanya berkokok di pagi hari. Suara betina juga berbeda dengan suara pejantan. Suara betina lebih ramai dan riuh di banding suara pejantan. Apalagi saat musim bertelur dan mengeram. Memang suara ayam tidak terlalu mengganggu, tapi yang jelas dia bersuara.

Berlarian

Matok

Ukuran

Bertelur

Apa hal yang menjadi dasar paling kuat hingga ayam menjuarai pemilihan hewan konsumsi nomor satu?


Kenapa Bukan Ular?

Tidak berbulu

Ular tidak berbulu. Jika ular dipilih sebagai

Tidak bersuara

Ular tidak bersuara. Ular hanya mendesis. Menurut para penggiat ular. Ular ini cocok sebagai hewan peliharaan karena begitu senyap

Tidak berlarian

Ular tidak berkaki. Semua orang tahu hal ini. Saya hanya mengingatkan bahwa ini juga menjadi argumen kenapa seharusnya ular lah yang dikembangbiakkan sebagai makanan sehari-hari. Tidak punya kaki artinya dia tidak melompat. Dia tidak bisa mengacak-acak tumpukan sampah.

Ukuran bervariasi

Ular juga bertelur


Haram

Jika pertanyaan terkait ayam ini ditanyakan ke masyarakat di Indonesia, mungkin mereka akan menjawab bahwa ular haram. Sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam. Bagi seorang muslim, ular memang haram untuk disantap.

Saya tidak hanya berpikir tentang Indonesia. Ayam juga populer di negara lain. McDonald dan KFC adalah restoran cepat saji yang berasal dari USA. Mereka menjual menu utama ayam dan populer di seluruh dunia.


Faktor Penentu

Kalo saya yang menentukan, pastinya saya memilih ular. Sayangnya bukan saya yang menentukan. Pemilihan ayam menjadi hewan santapan paling populer, adalah karena banyak faktor. Tiap faktor juga memiliki bobot yang beragam. Maksudnya pertimbangan yang saya sebutkan diatas mungkin relevan bagi saya, tapi belum tentu relevan bagi orang lain.

Faktor utamanya karena memang dia tidak mau. Ular tidak mau mendekati manusia. Software yang ditanam di benak ular memberikan dia panduan untuk menjauhi manusia.

Orang bahkan mungkin tidak pernah berpikir mengenai hal ini. Mungkin popularitas ayam terjadi begitu saja. Ada seorang yang memelihara, lalu bertelor dan berkembang biak. Dia kemudian menjualnya. Orang yg membeli merasa ini ayam enak dan harganya murah. Lalu penjual pun berpikir untuk menjual lebih banyak. Dia memelihara lebih banyak.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan produksi dia melakukan kawin silang. Di perkembangan selanjutnya bahkan diadakan rekayasa biologi. Waktu berlalu dan sampaikan ayam pada popularitasnya sekarang. Dalam cerita ini, ular tidak pernah masuk, bahkan sebagai figuran pun.

Pola yang sama mungkin terjadi juga dengan Kambing dan Rusa. Rusa dengan segala kelebihannya, tak berdaya melawan kambing dalam perebutan popularitas dan jumlah terkini.

Pada akhirnya tetap ayam sebagai pemenangnya. Tulisan ini juga terlalu naif jika dibilang sebagai upaya untuk menggantikan peran ayam dengan ular. Saya hanya berharap dengan tulisan ini kita menjadi lebih berpikir. Mari melihat sesuatu dengan logika. Utamanya untuk melangkah ke depan.