Mindogaweni

Mindogaweni adalah istilah dalam bahasa Jawa. Terjemahan bebasnya adalah mengulangi pekerjaan. Kata ini cenderung memiliki makna negatif.

Saya pernah menuliskan status di aplikasi whatsapp. Saya menulis: “Tidurnya orang berilmu lebih baik daripada bekerjanya orang bodoh.” Ada yang salah paham dengan kalimat itu dan menganggap saya terlalu merendahkan.

Menurut saya tidak. Jangankan tidurnya orang berilmu, bahkan tidurnya orang bodoh tetap lebih baik daripada dia bekerja. Orang yang bodoh mengerjakan sesuatu secara salah. Bukannya memberikan nilai tambah, dia malah menyebabkan kita harus mengulangi pekerjaannya.

Apalagi jika pekerjaan itu adalah bangunan fisik. Mengulangi pekerjaan tidak bisa dilakukan tanpa merubuhkan yang sudah dibangunnya terlebih dahulu.

Bekerja bersama orang bodoh bukannya mengurangi pekerjaan menjadi lebih ringan, tapi malah akan menambah pekerjaan.

Indikasinya kebodohan ini sederhana saja. Jika ada yang pernah mengatakan kepada kita: Udah kamu diam saja disitu, biar saya yang kerjakan. Daripada nanti nambah ribet.” Itu indikasi kita bodoh. Mulailah belajar. Baca Selengkapnya

Konversi

Yang saya maksud konversi disini adalah kemampuan atau keahlian untuk merubah sesuatu menjadi bentuk yang berbeda. Konversi ini masih terkait dengan tulisan sebelumnya mengenai materialitas. Konversi dan materialitas sama-sama berbicara mengenai nilai tambah.

Materialitas mengajarkan untuk memindahkan, menambah, mengurangi, menyajikan atau menghadirkan suatu barang kepada orang yang tepat. Materialitas membahas jumlah, waktu, lokasi dan subjektifitas. Barangnya tetap sama.

Konsep konversi berusaha melihat apakah suatu barang kita memiliki kemampuan untuk berubah menjadi bentuk yang lain atau menjadi alat bantu untuk menghasilkan barang lain yang bermanfaat bagi kita. Konversi membahas mengenai perubahan bentuk, kebertingkatan, penggabungan dan alat konversi paling utama. Kadang ada barang yang tidak bermanfaat sampai kita merubahnya ke bentuk yang lain.

Tidak ada suatu apapun yang diciptakan Tuhan dengan sia-sia. Semuanya pasti ada gunanya. Semua ada manfaatnya. Konsep konversi dan materialitas akan membantu kita melihat nilai dari suatu barang. Memiliki kemampuan yang baik dalam melihat nilai dari suatu hal akan membuat kita lebih bersyukur. Kita akan bahagia dengan barang apapun yang kita punyai, dengan kondisi apapun yang kita alami.


Perubahan Bentuk

Semua orang tahu bahwa kambing makan rumput dan kita makan daging. Kita tidak memakan rumput, tapi dengan perantaraan kambing, rumput bisa berguna untuk kita. Kambing adalah alat bantu untuk mengkonversi rumput menjadi daging di meja makan kita.

Sesuatu tidak akan berharga sampai kita memiliki perangkat untuk mengkonversinya menjadi sesuatu yang berguna. Rumput segar seluas lapangan bola pun tidak akan berharga bagi manusia yang tidak memiliki kambing.

Seringkali kita mempunyai banyak hal disekitar kita yang jumlahnya berlimpah. Kelegaan waktu, banyaknya teman, kencangnya internet kantor hanya sebagian kecil dari contoh yang bisa saya sebutkan. Kita mengetahuinya tapi tidak menyadarinya. Kita memandangnya tapi tidak melihatnya.

Angka berapapun jika dikalikan dengan nol hasilnya akan nol. Sesuatu yang melimpah di sekitar kita, jika kita tidak mendapat manfaat darinya tidak akan kita perhatikan. Wajar jika kita tidak melihatnya. Kemanfaatan akan menambah nilai. Nilai akan menentukan perhatian kita. Semakin besar nilainya, perhatian kita akan semakin besar. Baca Selengkapnya