Hobi Musiman

Dewasa ini banyak hobi musiman. Ternyata bukan hanya buah yang musiman, hobi atau kegemaran orang kadang juga musiman. Mereka melakukan hobi karena memiliki waktu, biaya dan butuh kesenangan.

Saya bekerja di kantor yang bisa dibilang gajinya cukup. Pekerjaan kantor hanya itu-itu saja dan wajar jika ada yang merasa bosan.

Hobi adalah kebutuhan tersier. Mereka yang sempat memikirkan kebutuhan tersier pastilah sudah terpenuhi kebutuhan primer dan sekundernya. Kalaupun mereka berusaha berbisnis atau melakukan hal bermanfaat lainnya, kemungkinan besar hanya sebatas keinginan, bukan kebutuhan.

Saya telah cukup lama bekerja di kantor ini sampai bisa mengamati tren ini dalam periode waktu yang panjang. Dulu pernah ramai hobi fotografi, lalu beralih ke sepeda, dan kemudian berganti ke lari maraton. Sekarang seiring adanya wabah covid dan pelaksanaan work from home, hobi sepeda kembali menjadi trend.


Terus, Kenapa?

Hobi adalah sesuatu yang baik. Motivasi dari hobi tentunya kesenangan. Orang menyenangi sesuatu biasanya karena hal tersebut positif. Apalagi bila hobi tersebut adalah hobi musiman. Musiman artinya dia dilakukan oleh banyak orang pada suatu waktu. Akan sulit bagi hobi yang tidak memiliki kesenangan dan positif untuk bisa dilakukan oleh banyak orang dan menjadi suatu musim.

Bersepeda sangat menyehatkan. Bersepeda yang dilakukan beramai-ramai dapat menjalin ukhuwah atau silaturahim. Akan sangat baik jika hobi bersepeda ini dapat menggantikan transportasi berangkat dan pulang bekerja. Tentunya akan mengurangi polusi udara.

Lari maraton juga sangat menyehatkan. Mereka yang gemar mengikuti lari maraton harus selalu menjaga fisik dan meningkatkan kemampuannya. Mereka akan menghindari makanan dan pola hidup yang tidak sehat. Medali yang didapat tiap kali menyelesaikan lari maraton ini juga akan meningkatkan kepercayaan diri.

Fotografi juga baik. Meski tidak serupa bersepeda dan maraton yang menyehatkan secara fisik,  fotografi diyakini mampu menyehatkan jiwa. Melihat foto yang indah dapat meningkatkan imunitas. Foto-foto juga dapat mengabadikan moment untuk dikenang dimasa depan. Foto yang terkait dengan pekerjaan, sangat mungkin membantu publikasi dari kantor.

Raja Buah adalah Pisang

Pisang adalah buah terbaik. Dia layak dinobatkan sebagai raja para buah. Mungkin menyadari hal itu, pisang sendiri ada yang bernama Pisang Raja.


Kelebihan Buah Pisang

Pisang memiliki bentuk yang khas. Buah pisang berbentuk tandan. Satu tandan bisa berisi beberapa sisir. Masing-masing sisir berisi beberapa buah. Satu buah cukup untuk sekali makan. Satu sisir cukup untuk sekelurga. Satu tandan cukup untuk konsumsi seminggu.

Pisang matang secara bertahap. Dimulai dari sisir paling atas terus turun ke bawah. Satu tandan tidak harus habis sekali makan. Pisang juga tidak mengenal musim. Pisang berbuah sepanjang tahun.

Kematangan pisang ditandai dengan perubahan warna yang sangat jelas. Secara umum, pisang mentah berwarna hijau sedang pisang yang matang berwarna kuning. Ada juga pisang yang meskipun matang dia tetap berwarna hijau.

Salah satu buah yang mempunyai bungkus alami adalah Pisang. Pisang tidak memerlukan bungkus tambahan. Sangat mudah untuk membukanya. Monyet pun tahu bagaimana cara mengupas buah pisang.

Pisang memiliki banyak jenis dan tersebar di seluruh dunia. Di pulau Jawa saja puluhan jenis pisang.  Ada pisang raja, pisang kepok, pisang mas, pisang ambon, pisang cavendish, pisang tanduk dan lain sebagainya. Baca Selengkapnya

Motivasi

Motivasi adalah penggerak orang dalam melakukan sesuatu. Penggerak ini bisa dari dalam diri namun bisa juga dari luar. Kemanfaatan bisa positif tapi juga negatif. Menurut saya penggerak manusia untuk melakukan sesuatu ini terdiri dari:

  1. Kesenangan
  2. Kemanfaatan
  3. Kebiasaan

KBBI online menuliskan arti kata motivasi sebagai: (1) dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; (2) usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.

Ada orang yang sampai bisa disebut gila bola. Dia rela menonton tayangan jam 3 malam padahal besoknya harus bekerja. Saya tidak mungkin melakukan itu karena saya tidak menyukai menonton bola. Saya tidak termotivasi untuk melakukannya.


Kesenangan dan Kemanfaatan

Banyak motivasi orang dalam melakukan sesuatu. Motivasi ini begitu pentingnya. Bahkan tiap kejahatan yang terjadi juga pasti akan dicari apa motivasi orang melakukannya.

  1. kesenangan
  2. kemanfaatan
  3. Kebiasaan

Motivasi kesenangan paling mudah mencari contohnya. Orang bertamasya atau berekresasi alasan terbesarnya pastilah kesenangan. Orang pacaran motivasinya juga kesenangan. Apakah pacaran bermanfaat? menurut saya tidak. Apakah pacaran sebuah paksaan? sangat kecil kemungkinannya. Secara umum, pacaran motivasinya adalah kesenangan. Mengikuti kata hati dan hormon yang berkembang seiring usia.

Pahami motivasi orang dalam melakukan sesuatu, maka kita akan lebih mudah untuk mendukungnya atau bahkan menghancurkannya. Orang yang termotivasi karena kesenangan, tidak akan pernah mendengar bahwa hal itu tidak bermanfaat. Mereka tidak peduli dengan hal itu. Katakan padanya bahwa hal itu tidak menyenangkan. Itu akan lebih menyakitinya lebih dalam.


So What?

Saya merasa penting untuk menuliskan ini karena saya tidak ingin kita termotivasi ala kadarnya. Motivasi bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Artinya motivasi diri bisa dibangun. Luaskan sudut pandang. Lihat dari berbagai sisi. Jangan terpaku pada satu alasan.

Sebelumnya saya pernah menulis mengenai keseimbangan. Semuanya berpasangan, baik dan buruk, hitam dan putih. Motivasi kesenangan mungkin menyenangkan, tapi bisa jadi juga tidak bermanfaat. Pekerjaan yang bermanfaat, bisa jadi tidak menyenangkan.

Dengan memahami konsep ini, saya berharap kita tidak hanya bisa memotivasi diri, tapi juga menemukan kedamaian dan kebahagiaan. Jika kita senang terhadap sesuatu, jangan lupa melihat kemanfaatanya. Jika kita terpaksa melakukan sesuatu karena kemanfaatannya, kita bisa mencari sudut pandang lain agar pekerjaan itu juga terasa menyenangkan.


Mindogaweni

Mindogaweni adalah istilah dalam bahasa Jawa. Terjemahan bebasnya adalah mengulangi pekerjaan. Kata ini cenderung memiliki makna negatif.

Saya pernah menuliskan status di aplikasi whatsapp. Saya menulis: “Tidurnya orang berilmu lebih baik daripada bekerjanya orang bodoh.” Ada yang salah paham dengan kalimat itu dan menganggap saya terlalu merendahkan.

Menurut saya tidak. Jangankan tidurnya orang berilmu, bahkan tidurnya orang bodoh tetap lebih baik daripada dia bekerja. Orang yang bodoh mengerjakan sesuatu secara salah. Bukannya memberikan nilai tambah, dia malah menyebabkan kita harus mengulangi pekerjaannya.

Apalagi jika pekerjaan itu adalah bangunan fisik. Mengulangi pekerjaan tidak bisa dilakukan tanpa merubuhkan yang sudah dibangunnya terlebih dahulu.

Bekerja bersama orang bodoh bukannya mengurangi pekerjaan menjadi lebih ringan, tapi malah akan menambah pekerjaan.

Indikasinya kebodohan ini sederhana saja. Jika ada yang pernah mengatakan kepada kita: Udah kamu diam saja disitu, biar saya yang kerjakan. Daripada nanti nambah ribet.” Itu indikasi kita bodoh. Mulailah belajar. Baca Selengkapnya

Korektif

Mengoreksi atau membetulkan kesalahan orang lain sebenarnya adalah perbuatan yang baik. Tapi perbuatan ini memiliki efek samping. Korektor, atau orang yang korektif, biasanya akan dijauhi oleh banyak orang. Ini terjadi karena orang pada dasarnya tidak ingin kesalahannya diketahui oleh orang lain.

Kata korektif merupakan saduran dari kata corrective. Dalam bahasa Inggris, corrective berarti memperbaiki atau perbaikan. KBBI online menuliskan arti kata dari koreksi adalah pembetulan, perbaikan, atau pemeriksaan. Sedang korektif adalah bersifat korek (memperbaiki, teliti, berdisiplin).

Korektif yang saya maksud disini adalah koreksi yang dilakukan secara verbal sebagai bagian dari cara berkomunikasi. Bukan koreksi atau evaluasi atas suatu pekerjaan. Guru mengoreksi pekerjaan rumah anak didiknya atau atasan mengoreksi pekerjaan anak buahnya adalah hal yang lumrah dan memang sudah seharusnya. Korektif yang maksud disini lebih kepada komplain dan komentar.

Setiap perilaku pasti ada motivasi yang mendasarinya dan konsekuensi yang akan didapatkannya. Memahami motivasi dan konsekuensi perilaku korektif akan menambah wawasan dan membuka mata. Baca Selengkapnya