Tarif Preferensi

Tarif Preferensi Bea Masuk

Barang impor terutang bea masuk. Besarnya bea masuk yang harus dibayar adalah hasil perkalian tarif bea masuk dengan nilai pabean atau satuan barang, tergantung jenis tarifnya. Tarif bea masuk dapat berbentuk tarif advalorum dalam persentase atau tarif spesifik dalam satuan rupiah. Lebih dari itu tarif bea masuk juga dibagi lagi menjadi tarif umum dan tarif preferensi. Tarif preferensi adalah tarif bea masuk yang didasarkan pada perjanjian internasional. Baik itu berbentuk perjanjian bilateral, regional, dan multinasional.

FREE TRADE AREA (FTA)

Setiap barang impor wajib diberitahukan dengan pemberitahuan pabean berupa Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Dalam PIB tersebut, barang diklasifikasikan ke dalam nomor-nomor Harmonized System Code (HS Code). Tiap nomor HS yang ada dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) ini memiliki tarif bea masuk yang disajikan dalam persentase. Dengan sistem ini semua barang di muka bumi ini dapat ditentukan nilai bea masuknya jika barang tersebut akan diimpor ke dalam negeri, yaitu dengan mengalikan nilai barang dengan persentase tarif bea masuk ini.

Baca Selengkapnya

NIK

Doktor Juga Butuh NIK

“Kalau cuma begini Mas, saya siap jadi dosennya Beacukai!. Biar saya ajari mereka sampai bisa!! Masa orang sekantor gak ngerti semua?!”, geram seorang klien di siang yang panas itu.

Ilustrasi di atas bukan fiksi. Melainkan kisah nyata bagaimana kesan buruk (bad experience) yang diperoleh seorang klien dapat memicu sikap gebyah-uyah. Apa jadinya jika klien tersebut adalah seorang yang didengar oleh masyarakat? Efeknya tentu bisa berlipat ganda. Baca Selengkapnya