Skip to main content

Tata Kerja Audit Bea Cukai – Sisi Auditee

Jika suatu perusahaan diaudit oleh DJBC, maka dari sisi auditee hal-hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan adalah sebagai berikut:

Pertama, Akan ada pemberitahuan resmi berupa surat kepada perusahaan bahwa perusahaan yang bersangkutan akan diaudit. Dalam surat pemberitahuan tersebut perusahaan juga akan diminta untuk menghadiri  pemaparan dan brifing terkait dengan audit yang akan dilaksakan di kantor bea cukai yang melakukan audit. Baca Selengkapnya

Audit Bea Cukai

Audit bea cukai atau audit kepabeanan dan cukai adalah audit yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Audit ini merupakan audit kepatuhan (compliance audit) yaitu audit yang dilaksanakan untuk menguji kepatuhan dan ketaatan auditee terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal ini adalah peraturan kepabeanan dan cukai dan peraturan lain yang terkait dengannya. Baca Selengkapnya

Nomor Identitas Kepabeanan (NIK)

POSTING INI SUDAH EXPIRED DAN TIDAK LAGI SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN PERATURAN. POSTING TERBARU TERKAIT DENGAN NIK DAN AKSES KEPABEANAN DAPAT DIBACA PADA TAUTAN BERIKUT: REGISTRASI KEPABEANAN


Untuk berurusan dengan bea dan cukai, utamanya dalam hal ekspor impor, pertama kita harus mempunyai NIK. Apa itu NIK, bagaimana cara membuat dan apa saja persyaratannya, mari kita pelajari bersama..


Secara terminologi peraturan, yang dimaksud dengan NIK atau Nomor Identitas Kepabeanan adalah nomor identitas yang bersifat pribadi yang diberikan oleh DJBC kepada Pengguna Jasa yang telah melakukan registrasi untuk mengakses atau berhubungan dengan sistem kepabeanan yang menggunakan teknologi informasi maupun secara manual. Pengguna jasa dalam hal ini bisa berupa Importir, Eksportir, Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), dan Pengangkut. Baca Selengkapnya